top of page

Misi, visi dan strategi

Apa yang kita tuju?
Apa yang kita perjuangkan?
Bagaimana kita mewujudkan impian kita?

Latar belakang

  • Di Indonesia, sekitar 60% penduduk tinggal di Jawa (156 juta). Sepertiga dari mereka berusia antara 0 dan 14 tahun (52 juta). Sebagai perbandingan, jumlah anak kecil di Jawa ini tiga kali lipat dari jumlah total penduduk di Belanda. Kematian dalam kelompok ini sangat besar: sekitar 40% anak-anak Indonesia meninggal sebelum usia lima tahun. Berat badan lahir rendah merupakan faktor penting untuk hal ini: dari bayi dengan berat badan lahir rendah, 61% meninggal dalam waktu 90 hari setelah kelahiran di Indonesia.

  • Alasan utama untuk hal ini adalah kurangnya akses dan ketersediaan metode diagnostik yang efektif. Identifikasi dini dan pemberian sinyal gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada tahap awal kehidupan akan memungkinkan terapi dan diagnostik yang efektif.

  • Keterbatasan dalam akses adalah: prioritas yang tidak memadai oleh pemerintah Indonesia dan pemerintah daerah; kurangnya sumber daya keuangan, baik dari pasien maupun rumah sakit dan pusat diagnostik; jarak; masalah transportasi dan ketidaktahuan dengan kemungkinan yang ada.

  • -Keterbatasan dalam ketersediaan adalah: registrasi yang tidak dapat diandalkan; sumber daya diagnostik yang terbatas; pilihan yang tidak mencukupi untuk perawatan suportif dan perawatan paliatif; tidak adanya infrastruktur dan peralatan diagnostik modern; dan tidak adanya tenaga terlatih.

iStock-519781604.jpg

Tantangan

  • Tingginya angka kematian bayi baru lahir pada tahun pertama kehidupan. 

  • Jumlah staf laboratorium terbatas, begitu pula pengetahuan dan keterampilan mereka.

  • Tingkat kelangsungan hidup yang rendah dalam waktu 90 hari setelah kelahiran.

  • Terbatasnya fasilitas untuk diagnosa, pengobatan dan perawatan suportif.

  • Kurangnya pengetahuan di antara para profesional kesehatan dan masyarakat umum tentang gejala-gejala.

  • Rendahnya peluang pengobatan dan pemulihan gangguan tumbuh kembang pada fase awal kehidupan.

  • Banyaknya keluarga dengan status sosial ekonomi rendah.

  • Kesulitan transportasi untuk mencapai fasilitas kesehatan.

iStock-469328524.jpg

Kegiatan utama

  • Mengembangkan database retardasi pertumbuhan.

  • Membangun biobank termasuk bank jaringan, sel dan cairan tubuh.

  • Pengembangan alat modern untuk diagnosis retardasi pertumbuhan dan penyebab yang mendasarinya.

  • Lokakarya untuk pengembangan dan standardisasi protokol diagnostik.

  • Pelatihan dan pendidikan para profesional melalui pendidikan di tempat dan kunjungan pertukaran.

  • Dukungan dalam pengembangan dan penerapan protokol diagnostik.

  • Implementasi program informasi struktural untuk para profesional kesehatan.

  • Telekonferensi yang sering dilakukan untuk mendiskusikan dan memberi saran tentang sindrom kehamilan yang rumit.

photo-1504639725590-34d0984388bd.webp
bottom of page