
Meningkatkan perawatan, mengurangi angka kematian bayi
​
Bantu kami memberikan anak-anak di Indonesia awal yang sehat

Apa
Di Indonesia, 61% bayi dengan berat badan lahir rendah meninggal dalam waktu 90 hari setelah kelahiran. Angka kematian anak usia 1 tahun ke bawah 7 kali lebih tinggi daripada di Belanda. Angka kematian ibu yang meninggal selama kehamilan atau persalinan 35 kali lebih tinggi. Pertimbangkan angka-angka ini dalam kaitannya dengan angka kelahiran: 5 juta kelahiran/tahun di Indonesia, 180 ribu di Belanda. Kita hidup di masa di mana jumlah kematian bayi dan ibu ini dapat dihindari.
​
Mengapa
Penyebab utama yang dapat dicegah adalah kurangnya aksesibilitas dan ketersediaan diagnosa dan perawatan medis yang efektif di Indonesia untuk bayi dan ibu mereka selama dan setelah kehamilan.
​
Untuk siapa
Di Belanda, akses dan ketersediaan perawatan medis selama dan setelah kehamilan terorganisir dengan baik dan dapat diakses oleh semua wanita hamil dan bayi mereka yang baru lahir: konseling dan bimbingan oleh bidan, sonografi pada usia 13 dan 20 minggu, tes prenatal non-invasif (tes NIPT), tusuk tumit, pusat kesehatan anak-anak. Gangguan pada ibu hamil dan bayi baru lahir dapat dikenali lebih awal.
Di Indonesia, dengan kurangnya pilihan-pilihan ini, gangguan-gangguan tersebut terlambat dikenali atau tidak dikenali sama sekali sehingga menyebabkan angka kematian ibu dan bayi yang tidak dapat diterima.
Bagaimana kami membantu
​
Yayasan Ineta Aryani bertujuan untuk mencegah hal ini melalui transfer metode diagnostik molekuler mutakhir dari Belanda ke Indonesia: proyek ‘sampuRNA’. Kami akan menanggulangi hal ini dengan berkolaborasi dengan pusat-pusat akademik di daerah-daerah di Indonesia dengan kebutuhan tertinggi, yaitu Jawa.
Bantu kami untuk berhasil dalam tujuan ini!

